angelika vee- tie

Selasa, 02 Desember 2014

MICROSOFT EXCEL


Belajar microsoft excel

FUNGSI LOGIKA
Pengertian Fungsi Logika
Fungsi Logika adalah fungsi yang digunakan untuk menjawab pertanyaan dimana dalam pertanyaan itu terdapat syarat untuk menjawabnya.
Fungsi Logika secara garis besar dibedakan menjadi 4 jenis, antara lain :
1.      Fungsi Logika (IF) Tunggal
Fungsi logika tunggal digunakan untuk menyelesaikan suatu persoalan yang mana dalam persoalan tersebut terdapat satu syarat yang harus dipenuhi dengan 2 kemungkinan jawaban.

=IF(SYARAT/PERNYATAAN;JAWABAN 1;JAWABAN 2)


                                                                    


2.      Fungsi Logika (IF) Majemuk / Ganda
Fungsi logika ganda digunakan untuk menyelesaikan suatu persoalan yang mana dalam persoalan tersebut terdapat lebih dari satu syarat yang harus dipenuhi dengan 3 atau lebih kemungkinan jawaban.

=IF(SYARAT 1;JAWABAN 1;IF(SYARAT 2;JAWABAN 2;JAWABAN 3))

3.      Fungsi Logika AND
Fungsi logika AND digunakan untuk menyelesaikan suatu persoalan yang mana dalam persoalan terdapat lebih dari satu syarat yang harus dipenuhi semuanya.
=IF(AND(SYARAT 1;SYARAT 2; SYARAT ...);JAWABAN 1; JAWABAN 2)

4.      Fungsi Logika OR
Fungsi logika OR digunakan untuk menyelesaikan suatu persoalan yang mana dalam persoalan tersebut cukup dipenuhi satu syarat saja dari beberapa syarat yang ada.
=IF(OR(SYARAT 1;SYARAT 2; SYARAT ...);JAWABAN 1; JAWABAN 2)

Fungsi bersyarat ini adalah suatu kondisi atau =IF yang hasilnya bergantung pada benar
atau salahnya pengujian.







 Fungsi Logika memerlukan operator perbandingan yaitu :
=
Sama dengan
< 
Lebih kecil
> 
Lebih besar
<=
Lebih kecil sama dengan
>=
Lebih besar sama dengan


<> 
Tidak sama dengan

•Fungsi IF
Fungsi ini berguna untuk mengikuti suatu isi sel apakah berisikan nilai yang memenuhi kriteria atau tidak memenuhi kriteria. Pada jendela IF, isian Logical test adalah alamat sel yang akan diuji beserta kondisi yang ditentukan, value_if_true adalah nilai yang diberikan apabila sel memnuhi kriteria, value_if_false adalah nilai yang diberikan apabila sel tidak memenuhi kriteria.
IF(logical_test,value_if_true,value_if_false)
Untuk memilih di antara dua nilai berdasarkan dua kondisi yaitu kondisi benar atau
kondisi salah.
 Fungsi If Tunggal
Contoh 1 : =IF(A2>50,”Naik Kelas”,”Tinggal Kelas”)




BELAJAR FORMAT KARAKTER YUK,,,,,,,,,,,,,

1.      LEFT (Mengambil Karakter Kiri)

Left ini digunakan untuk mengambil karakter pada bagian sebelah kiri dari suatu
teks. Bentuk umum penulisannya adalah =LEFT(text,num_chars).
Contoh : MAKANAN® =LEFT(E20,3) ® Hasilnya : MAK
Sel teks Karakter yang diambil

2.      MID (Mengambil Karakter Tengah)

Mid ini digunakan untuk mengambil karakter pada bagian tengah dari suatu teks.
Bentuk penulisannya adalah : =MID(text,start_num,num_chars)
Contoh : MAKANAN® =MID(E20,2,3) ® Hasilnya : AKA
Sel teks Mulai pengambilan karakter
Karakter yang diambil

3.      RIGHT (Mengambil Karakter Kanan)
Right ini digunakan untuk mengambil karakter pada bagian sebelah kanan dari
suatu teks. Bentuk penulisannya adalah : =RIGHT(text,num_chars)
Contoh : MAKANAN® =RIGHT(E20,4) ® Hasilnya : ANAN sel teks mulai mengambil karaktar

Pengertian Fungsi VLOOKUP dan  HLOOKUP
Pengertian VLOOKUP 
VLOOKUP adalah fungsi pada Excel yang digunakan untuk melakukan pencarian nilai dari suatu table / range referensi. 
VLOOKUP sangat populer digunakan sejak versi awal sampai sekarang.  Sesuai namanya, VLOOKUP digunakan untuk mencari data pada baris demi baris (vertikal) pada tabel referensi.
VLOOKUP(lookup_value, table_array, col_index_num, range_lookup)
Keterangan :
lookup_value  : nilai yang akan dicari ke table_array
table_array   : range nilai dimana terdapat nilai yang dicari
col_index_num : indeks kolom yang dicari
range_lookup  : berisi nilai 0 atau 1. Nilai 1 artinya jika tidak ada nilai yang cocok, maka akan dicari pendekatannya








Contoh 1 :

Langkah pengisian Nama Barang
1. Tempatkan penunjuk sel pada sel C6
2. Ketikkan rumusnya :
   =VLOOKUP(B6,$B$16:$C$18,2)
3. Copy hasil tersebut sampai data terakhir

Contoh 2 :
Langkah pengisian Harga Satuan
1. Tempatkan penunjuk sel pada sel D6
2. Ketikkan rumusnya :
    =VLOOKUP(B6,$B$16:$D$18,3)
3. Copy hasil tersebut sampai data terakhir

Fungsi HLOOKUP (id-ID)

HLOOKUP adalah varian lain dari fungsi VLOOKUP yang telah dibahas pada artikel sebelumnya. Kegunaannya juga sama yaitu untuk mengisi data pada tabel berdasarkan data pada tabel lainnya atau tabel referensi tertentu dengan menggunakan suatu nilai kunci yang spesifik. Perbedaannya dengan VLOOKUP ditunjukan oleh awalan huruf H yang berarti Horizontal, artinya tabel referensi yang digunakan berbentuk horisontal, dimana judul kolomnya terletak dibagian kiri dan data-datanya tersusun kekanan dalam arah horisontal. Contoh sebuah tabel horisontal bisa dilihat pada gambar berikut ini.
Aturan penulisan HLOOKUP juga sama dengan VLOOKUP, namun ada sedikit perbedaan yaitu pada no index-nya. Jika pada VLOOKUP no index mengacu kepada kolom (no_index_kolom) maka pada HLOOKUP mengacu pada baris (no_index_baris), hal ini dikarenakan datanya yang memang tersusun dalam suatu baris.
Berikut ini aturan penulisannya:
=HLOOKUP(nilai_kunci;range_tabel_referensi;no_index_baris;tipe_data)
Penjelasan aturan penulisan tersebut sebagai berikut:
  • nilai_kunci: Adalah nilai yang dijadikan acuan untuk membaca tabel referensi. Nilai ini harus ada baik pada tabel yang akan diisi maupun pada tabel referensi.
  • range_tabel_referensi: Adalah range dari tabel yang berisikan data referensi untuk mengisi hasil yang diharapkan. Pastikan bahwa range yang Anda pilih tidak menyertakan judul barisnya.
  • no_index_baris: Adalah nomor urut data dalam tabel referensi yang akan dituliskan hasilnya. Dimulai dari baris paling atas pada tabel referensi tersebut dengan nomor index 1, dan seterusnya.
  • tipe_data: Ada 2 jenis tipe data yaitu TRUE dan FALSE. Nilai TRUE Anda gunakan jika nilai datanya tidak pasti atau berada pada range tertentu dan nilai FALSE Anda gunakan jika nilai data berharga pasti.
Sebagai contoh untuk penggunaan HLOOKUP ini, perhatikan tabel berikut.
Pada sel C8 dalam tabel Cek Stok, digunakan formula HLOOKUP agar jika Anda ketikan nama Produk pada sel B8 maka otomatis ditampilkan jumlah Stok yang tersedia dengan mengacu pada tabel referensi Stok Gudang. Dengan demikian maka formula yang digunakan adalah sebagai berikut.
C8=HLOOKUP(B8;C3:E4;2;FALSE)
Penjelasan dari formula tersebut adalah:
  • B8 adalah nilai_kunci yang digunakan karena jumlah Stok akan ditampilkan jika nama Produk dalam sel B8 tersebut diisi.
  • C3:E4 adalah range_tabel_referensi yang digunakan sebagai acuan pengisian jumlah Stok pada tabel Cek Stok.
  • no_index_baris adalah 2 karena yang akan dituliskan pada tabel Cek Stok diambil dari baris kedua pada range_tabel_referensi.
  • Tipe data yang digunakan adalah FALSE karena datanya bersifat pasti.
Dalam contoh ini tidak digunakan Sel Absolut karena data-nya hanya satu hingga tidak perlu melakukan proses Auto Fill
CONTOH TABEL DI BAWAH INI:
REGISTRASI MAHASISWA SEMESTER GANJIL

UNIVERSITAS GARUDA MEDIA








Nomor
Jurusan
Angkatan
Biaya Per
Jumlah
Biaya
Kode


SKS
SKS

TA89105



20

TS90101



18

HK87089



18

EK88056



19

SP87005



8

TS89004



20

TA88023



21

EK88042



20

HK88086



15

TA90102



13

TS89076



18

SP89003



20

HK87056



9

SP90081



17

TA88022



11

TS90002



21

HK87103



9


Tabel Jurusan dan Biaya Per SKS




Kode
Jurusan
Biaya per SKS

EK
Ekonomi
13000

HK
Hukum
11000

SP
Sosial&Politik
12000

TA
Tek.Arsitektur
16000

TS
Tek.Sipil
15000


Tabel Tahun Angkatan



Tahun
Angkatan

87
1987

88
1988

89
1989

90
1990












NAH,,,,CARA UNTUK MENGISINYA MUDAAH SEKALI HANYA DENGAN CARA SEPERTI DI BAWAH INI:
1.UNTUK MENGISI TABEL BAGIAN JURUSAN
Caranya :Ketik rumus di sel jurusan =VLOOKUP(LEFT(B4;2);$I$14:$K$18;2;FALSE)



2.UNTUK MENGISI TABEL BAGIAN ANGKATAN
Caranya: =VLOOKUP(VALUE(MID(B4;3;2));$I$5:$J$8;2;FALSE)
c



3.UNTUK MENGISI BAGIAN BIAYA PER SKS
Caranya: =IF(C4="ekonomi";13000;IF(C4="Hukum";11000;IF(C4="Sosial&politik";12000;IF(C4="Tek.Arstitektur";16000;15000))))

4.UNTUK MENGISI BAGIAN BIAYA
Caranya: =E4*F4 atau biaya per sks X jumlah sks


NAH INI DIA HASILNYA:

Nomor Kode
Jurusan
Angkatan
Biaya Per SKS
Jumlah SKS
Biaya
TA89105
Tek.Arsitektur
1989
16000
20
320000
TS90101
Tek.Sipil
1990
15000
18
270000
HK87089
Hukum
1987
11000
18
198000
EK88056
Ekonomi
1988
13000
19
247000
SP87005
Sosial&politik
1987
12000
8
96000
TS89004
Tek.Sipil
1989
15000
20
300000
TA88042
Tek.Arsitektur
1988
16000
21
336000
HK88086
Hukum
1988
11000
20
220000
HK88086
Hukum
1988
11000
15
165000
TA90102
Tek.Arsitektur
1990
16000
13
208000
TS89076
Tek.Sipil
1989
15000
18
270000
SP89003
Sosial&politik
1989
12000
20
240000
HK87056
Hukum
1987
11000
9
99000
SP90081
Sosial&politik
1990
12000
17
204000
TA88022
Tek.Arsitektur
1988
16000
11
176000
TS90002
Tek.Sipil
1990
15000
21
315000
HK87103
Hukum
1987
11000
9
99000
Tabel Jurusan dan Biaya Per SKS
Kode
Jurusan
Biaya per SKS
EK
Ekonomi
13000
HK
Hukum
11000
SP
Sosial&politik
12000
TA
Tek.Arsitektur
16000
TS
Tek.Sipil
15000

TABEL TAHUN AJARAN
Tahun
Angkatan
87
1987
88
1988
89
1989
90
1990





TERIMAKASIH SUDAH BACA BLOG SAYA.......